Rabu, 24 Maret 2010

Sayalah Si Orang Kecil Yang Berharap Jadi Besar Itu (5)

Story About The Interview


Setelah pemberitahuan via email yang cukup menegangkan, interfiuh (baca: interview) kali ini juga tidak kalah menegangkan.. Sesuai dengan jadwal yang telah diinformasikan sebelumnya, interfiuh akan dilaksanakan hari ini (24 Maret 2010) pukul dua siang di ruangan kaprodi magister pendidikan ********** di satu-satunya universitas negeri di Palembang..

Saya dan dua applicant yang lain diinterfiuh secara bergantian.. Berita buruknya, saya yang terakhir! Menyedihkan.. Ini berarti saya akan semakin lama tertekan di bawah peristiwa yang disebut deg-degan.. Saya tidak perlu  menceritakan apa saja yang saya lakukan selama menunggu giliran ya.. Hehehe..

Akhirnya tibalah giliran saya.. Oya, tahukah Anda, apa saja yang sudah saya persiapkan? Malam sebelumnya saya mencoba meng-googling (kata yang aneh) seputar perkembangan pendidikan baru-baru ini.. Maklum, selama ini saya terbuai dalam hibernasi yang panjang, sehingga saya amat sangat kuper mengenai pendidikan.. Buat apa? Yeah, sekedar mengantisipasi jika saja ada pertanyaan kayak gini: Menurut Anda, bagaimana perkembangan pendidikan di Indonesia dewasa ini? (of course in English)

Dalam ruangan itu hanya ada saya dan pewawancara.. Ruangan yang berukuran kurang lebih 4 x 6 x 3 meter ini memiliki sebuah lemari kaca besar berisi berbagai buku, thesis, serta berbagai jurnal pendidikan, sebuah meja kerja yang tertata rapi, serta (cukup! Kita tidak sedang berbicara mengenai ruangan bukan?).

Kabar baiknya, pewawancara adalah Pak Professor di prodi pendidikan ********** yang juga mengajar di program S-1, dan beliau adalah penguji skripsi saya.. Hohoho.. Tapi kelihatannya kali ini beliau lebih terlihat bersemangat (baca: lebih serem) dibandingkan dengan waktu eksekusi di ruang sidang..

Setelah sedikit misuh-misuh, akhirnya interfiuh dimulai.. Dan pertanyaan pertama adalah: Describe everything about yourself!

Sejenak terlintas di benak saya (tapi tidak betul-betul terjadi ya) "everything" eh? Dan saya mulai memikirkan makanan favorit saya adalah ayam penyet, film Korea favorit saya adalah Jewel In The Palace (Jang Geum, yeah), dan hobi saya adalah menyanyikan lagu-lagu dengan suara paling merdu yang tidak pernah dibayangkan manusia sebelumnya..

Untungnya pertanyaan itu adalah salah satu pertanyaan yang ada di application form yang tentu saja pernah saya jawab sebelumnya.. Dan untungnya (lagi), malam sebelumnya saya sempat membaca kembali fotokopian application itu, sehingga saya rasa saya tidak perlu mengarang jawaban baru.. Hehehe..

Pertanyaan demi pertanyaan bisa saya lewati dengan pasti (pasti bikin orang ketawa!).. Dan yang super duper konyol gila adalah saat saya lupa istilah matematika dalam bahasa Inggris ini: titik sudut!

Selanjutnya saya diberi sebuah problem. Saya berharap itu bukan tipe soal macem soal olimpiade yang pernah melanda saya tahun 2008 lalu (menyedihkan mengingat sebagian besar atau bahkan hampir semua soal tidak bisa saya jawab!). Dan ternyata soalnya jauh lebih mudah. Tapi tentu saja akan jadi lebih sulit jika dijawab menggunakan bahasa Inggris, dan perlu digambarkan di sebuah whiteboard kecil yang ada di ruang kaprodi. Terlebih lagi dengan adanya peristiwa deg-degan yang mengguncang tubuh saya.

Pertanyaannya adalah: Bagaimana cara Anda mengajak siswa menemukan bahwa jumlah sudut dalam segitiga adalah 180 derajat dengan menggunakan metode Pembelajaran Matematika Realistik (dalam bahasa Inggris)..

Untungnya (lagi), saya pernah membacanya disini.. 

Jadi waktu menjelaskan di whiteboard, rencananya saya ingin membuat model-model kayak gini,



Tapi untuk membuat sebuah segitiga aja, saya harus berkali-kali menghapus karena mendadak sisinya jadi bergerigi (nggak ada mistar, tangan gemetar).. Dan tentang tragedi titik sudut itu, saat tengah bereksplanasi saya mendadak stop beberapa detik untuk menemukan kata titik sudut dalam bahasa Inggris.. Owh.. Dan kata yang terlintas di pikiran saya adalah "angle point".. Uwoo uwoo it should be vertex, dude!

Stop mempermalukan diri sendiri! Hahaha..

Kabar buruknya (nggak tau kabar baik apa kabar buruk nih, ehm, actually gossip buruknya), selama beberapa bulan kuliah di negara tercinta Indonesia, saya bakalan dapet di kampus U**** Surabaya.. Kita tunggu saja nanti.. Doakan saya mendapatkan yang terbaik yaa.. Pengumuman sekitar 2 - 4 minggu lagi nih..

4 komentar:

Unknown mengatakan...

amin.. amin.. ya robbal alamin...

rio yakin deh, Insya Allah orang kecil itu bs ngewujudin (bner g y bahsanya, hehe..) impian besarnya. oh ya sev, AJARIN RIO INTERVIEW BAHASA INGGRIS DOOONK.... rio suka kagok (ngerti kn bahasanya, hehe..) klo interview pke b.inggris, pdhl udh ad d kepala tp pas ngeluarinnya pke acara : "ehm.... eeee... ee... (ya semacem itu deh) udh kyk orag gagap yg kelamaan mikir, fiuuh... -_-'
gmn donk sev spy bs lancar interview b.inggris????????

btw, makin lama makin keren aja nh cara/gaya nulis nya, keren.. keren... ayo sev, ditingkatkan lagi spy rio lbih sering senyum, engar-cengir, bahkan ketawa baca gaya tulisan sev yg mkin uwoookeee..

nb : sev, itu mksdnya ap yg trkhir itu? jd ntr sev kul nya d *NAIR y bkn d ****a s****** ****I ?

Septy mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Septy mengatakan...

Amiin.. Makasih Rio..

Tips menghadapi interview nih, yang pertama, latihan bertanya dan menjawab pertanyaan sendiri.. Rio cari-cari deh pertanyaan yang biasa ditanyain waktu interview, salah satunya Describe about yourself! Trus bisa aja nanyain apa yang memotivasi Rio memilih pekerjaan ini.. Apa aja pengalaman yang udah Rio miliki.. Blablabla..

Trus coba Rio cari jawaban sebaik-baiknya (namanya interview, sedikit 'menjual' kemampuan dong..) Tapi jangan yang mustahil banget, misalnya Rio ngaku bisa manjat pohon kelapa sambil main sepak bola.. Kan nggak mungkin banget tuh..

Kalo itu interview dalam Bahasa Inggris, Rio terjemahin dulu dalem bahasa Inggris, bisa pakek gugel transtool itu.. Trus inget-inget deh.. Hehehe..

Salah satu hal yang juga ga kalah penting adalah usahakan jangan gugup saat diinterview.. Karena kalo gugup, hal-hal yang sudah disusun rapi bisa berantakan.. Hahaha..

Trus kalo udah latihan bertanya-menjawab soal dan juga berusaha nggak gugup ternyata saat interview masih nggak bisa juga, itu sev ga ikut-ikut yaa.. Yah yang penting, sebisa mungkin berikan jawaban yang terbaik..

Juga ngomongnya pelan-pelan, sambil senyum, tatap mata penginterview dalam2.. Jauh lebih dalam, jauh lebih dalam (itu mah kayak Romy Rafa** yaa)

Bukan *NAIR, tapi *NESA.. Nggak tau juga ding.. Kemaren disuruh milih, sev ya jelas milih disini.. Tapi kemungkinan bisa di *NESA Surabaya..

Unknown mengatakan...

wiiih....
rio baca comment sev kyk abis baca buku2 ttg interview gtu, hehe...

ita sev, selama ini rio jg ska kyk yg sev jelasin itu tp rio itu msih suka dodol klo interview b.inggris..T_T (klo interview b.cina jg dodol sih, ya iyalah org rio g bs b.cina, hehehe..).
ayo donk sev, ojo semon2 ngeluarin jurus sev k rio ini, gmn spy lancar interview pke b.inggris...

iiih...rio ska sebel sm sev. tiap rio nebak isi * nya sev pasti tebakan rio salah mulu... :(